Perjalanan Beribu Batu Bermula dengan langkah pertama

Sunday, April 22, 2012

Sajak Kuali Hitam

KUALI HITAM
oleh:

Sebiji kuali hitam
di dapur rumah kelahiran
adalah teman ibuku
siang dan malam

Sebiji kuali hitam
terjerang di atas tungku
adalah penghibur ibu
ketika kami menunggu

Sebiji kuali hitam
di atas api siang dan malam
tahun demi tahun
kami tidak pernah menghitung

Seorang ibu yang menyayangi sebiji kuali
wring memeluk kami
pernahkah kami perhatikan
matanya yang ditikam serbuk arang
kulitnya yang dikoyak percikan minyak
lengannya yang diserap abu hitam
dahinya yang disengat pucuk api
kami hanya tahu lena kekenyangan
ketika tidur ibu diketuk-ketuk
oleh lelah dan batuk
setelah asap dan abu menggaru-garu
di paru-paru

Kami tidak pernah menyedari
dan ibu pun tidak peduli
dia hanya tahu merasa bahagia
melihat kami keriangan
menunggu sesuatu akan terhidang
dan tidak ada yang lebih membahagiakan
dari melihat kami kekenyangan

Begitulah tahun demi tahun
kuali yang setia menjalankan tugasnya
hingga kami dewasa dan hidup di kota

(2)


Kini di dapur rumahku yang bersih
tak ada kuali hitam yang hodoh
cuma pada kesempatan
yang tidak selalu sempat
aku memasak untuk anak-anak
dengan kuali non-stick
yang tebal dan mahal
dan sesudah itu membasuhnya
dengan sabun yang lembut
berhati-hati seperti memandikan bayi
mengikut arahan pada buku panduan

Suatu hari ibu ke rumahku
dengan kerajinannya yang biasa
memasak untuk kami sekeluarga
cucu-cucunya ternyata amat berselera
dan ibu merasa terlalu bahagia

Dan sesudah itu
dengan cara yang dia tahu
mengemas dan merapikan dapurku
dan seperti yang biasa dibuat
pada kualinya di kampung
dia menyental kualiku yang mahal
dengan berus yang kesat
dan spontan aku menjerit
"Ibu merosakkan kuali saga
tahukah ibu berapa harganya?"

Ibu terdiam
barangkali hatinya terguris
barangkali dia hampir menangis
melihat wajahku yang bengis
(3)

Dan kini
setelah ibu kembali kepada Ilahi
aku menyesali keterlanjuran
kiranya aku telah mengukur kasih sayang ibu
dengan harga sebiji kuali

Ibu telah tiada
kuali hitam tergantung sepi
di dinding dapur rumah tua
bolehkah kami menghitung
berapa harganya?
Share:

Copyright © Catatan Chegukapon | Powered by Blogger

Design by ThemePacific | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20